Menyesuaikan penggunaan TIK dengan kebutuhan warga belajar

  

Keberterimaan warga belajar terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) yang digunakan dalam program Pendidikan Luar Sekolah




Keberterimaan artinya hal atau keadaan berterima (dapat diterima). Jadi, dapat disimpulkan bahwa Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS merupakan respon baik atau diterimanya oleh warga belajar itu sendiri terhadap penggunaan produk TIK.

Keberterimaan warga belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS cenderung dipengaruhi oleh kemudahan untuk mengoperasikan, artinya jika pengguna atau warga belajar merasakan mudah untuk memahami dan mengoperasikan sebuah sistem informasi, maka dia akan bersedia menggunakannya dan menerima produk dari TIK tersebut. Sama halnya dengan jika warga belajar merasa senang dan dapat membantunya dalam penerimaan informasi yang disampaikan oleh sumber belajar dengan mudah tanpa ada gangguan apapun dengan adanya bantuan atau pemanfaatan produk dari TIK ini, maka ia akan terbuka dan senang menerima dari pemanfaatan atau penggunaan produk TIK dalam program PLS.

Keberterimaan warga belajar terhadap TIK dalam program pendidikan luar sekolah sangat membantu warga belajar dalam suatu program, karena seiring jalannya waktu teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, jadi warga belajar sangat menerima atas kehadirannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat membantu atau menunjang dalam proses pencapaian tujuan warga belajar tersebut. Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia.

Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK.

Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas.                                             


Sumber Bacaan :

Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.
http://ejournal.bsi.ac.id/2016/mengelola-sumber-daya-manusia-dalam-TIK.Html

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana sih pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan luar sekolah?

TIK sebagai Sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran